Minggu, 31 Desember 2017

Ketika aku dan kamu sulit untuk menjadi kita..

“Ayo kerumah ku,kamu kenalan dengan anggota keluarga ku.Supaya dapat restu” :)
Ucapmu dengan santai, kata yang sederhana tapi mampu membuat hati berteriak bahagia..

“Apabila sudah dapat restu,apa jalan kita ke depan tetap mulus?” pikirku
Aku diam saja waktu itu,tersenyum kecil tanpa menjawab dan hanya melihat mu mengeluarkan kata sederhana yang membuat ku bahagia .
Apa yang kalian rasakan jika pasangan mu mengatakan hal yang sama? Bahagia juga bukan?
Aku pun begitu, tapi,bukan bahagia saja yang kudapatkan semua perasaan bercampur aduk.


Cerita ku dan ceritanya berbeda dengan kalian, disaat kalian setiap hari saling mengingatkan untuk melaksanakan ibadah setiap azan selesai berkumandang tetapi aku hanya bisa mengingatkan  melaksanakan ibadahnya di setiap sabtu sore atau minggu. Disaat lebaran kalian saling berkunjung kerumah untuk sekedar menyambut suasana idul fitri dan bersuka cita, tetapi aku harus bisa membaur merasakan perbedaan natal-mu dan lebaran-ku..

Aku suka melihat,saat kamu memejamkan mata sambil menunduk untuk berdoa dan aku harus mengadahkan tangan untuk doaku sendiri

Sulit memang menjalankan sesuatu yang orang lain-pun susah menjalani nya…

Tapi kita sampai sekarang masih mampu bertahan, entah kedepannya bagaimana..

            Walau sebenarnya kita tahu akan kemana dan bagaimana ini bermuara..
Waktu demi waktu kita jalani,begitu rumit.Sebenarnya semuanya berjalan sangat baik,dan menyenangkan walaupun terkadang kita saling buang muka hanya karena keras kepala akibat sebuah perdebatan kecil yang sama sekali tidak penting.Aku merasa hubungan kita sangat berbeda dengan yang lain,terkadang orang lain iri terhadap kita dan terkadang orang lain juga mengasihani kita.
      
         Disaat mereka malu malu untuk berteriak dihadapan pasangannya,kita terkadang sesuka hati melakukan itu.Disaat mereka marah karena pasangannya lebih suka bermain game,aku terkadang harus memakluminya dengan sabar karena duniamu tak hanya tentangku.Dan banyak lagi hal lain yang begitu sederhana tapi mampu membuat kita bertahan..

               ‘Bertahan dan sampai kita pun akhirnya merasa takut kehilangan’

            Memang terkadang aku juga iri terhadap mereka yang ‘sama’ ,tidak terhalang oleh benteng dan jarak yang begitu besar. Aku juga ingin berdebat tentang masalah sunah agama atau bahkan aku-pun ingin kita membaca al-quran bersama.Tapi,denganmu aku tidak bisa menawarkan dan menjalani itu..
         
            Disini aku belajar arti toleransi,tapi orang lain melihat kita sebelah mata. Mereka mengasihani berlagak seolah paling tahu apapun yang kita jalani.Mengasihani kita yang tak akan bisa bersatu walau seribu tahun lamanya kita bertahan ‘katanya’
          
            Aku tahu Tuhan itu cuma satu tapi kita yang berbeda dan memang kita tak akan pernah menjadi satu.Dan Tuhan itu Maha baik.Menghadirkan rasa kasih sayang untuk kita,walaupun kita tidak tau apakah kamu orang yang tepat atau tidak. Tapi,pada kenyataanya memang begini, kita berbeda,kita saling menyayangi,tetapi aku dan kamu sulit untuk menjadi kita..

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan takdir,disini juga tidak ada yang salah.Atau apakah pertemuan kita yang salah?atau bahkan diri kita yang salah?

            Berat untukku menyadari perbedaan yang sungguh sangat tidak kita inginkan..

               Kita pernah saling berjanji dan mengucapkan bahwa kita saling memiliki untuk selamanya ,namun apakah kita harus diuji untuk belajar mengikhlaskan dan merelakan sesuatu yang kita sayang tetapi bukan diciptakan untuk kita?

Memang pada nyata nya cinta tidak selalu indah,dan kita kalah dengan keadaan..

Tolong tanyakan pada tuhanmu,Apakah salah aku yang bukan umatnya mencintai hambanya?

Apa pada akhirnya aku harus benar benar merelakan?

Aku selalu berdoa kita bisa bersama walau mustahil ,tetapi aku takut tak bisa lepas darimu..

“Tenang dan jalani saja dulu,Percayakan itu semua pada Tuhan”- ujarmu

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini..

Apakah tuhan akan menjawab dengan ‘Memisahkan kita?’ atau kita sendiri yang pada akhirnya menyerah? Dengan segala perjuangan yang percuma.

Entahlah,terimakasih sudah mencoba..

Semoga di depan nanti entah kita bisa bersama atau dengan jalan masing masing aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu..

Tapi yang jelas sekarang aku belum siap dan tidak pernah siap, melihat posisiku tergantikan begitu cepat...

             - Nabilla 17th,di masa putih abu abu
                   Untukmu seseorang yang selalu
                                  Kusemogakan :)
                            ( 19 April 2017-Now)

Happy new year :))