“Ayo kerumah
ku,kamu kenalan dengan anggota keluarga ku.Supaya dapat restu” :)
Ucapmu dengan
santai, kata yang sederhana tapi mampu membuat hati berteriak bahagia..
“Apabila sudah dapat restu,apa jalan kita ke
depan tetap mulus?” pikirku
Aku diam saja
waktu itu,tersenyum kecil tanpa menjawab dan hanya melihat mu mengeluarkan kata
sederhana yang membuat ku bahagia .
Apa yang kalian
rasakan jika pasangan mu mengatakan hal yang sama? Bahagia juga bukan?
Aku pun begitu, tapi,bukan
bahagia saja yang kudapatkan semua perasaan bercampur aduk.
Cerita
ku dan ceritanya berbeda dengan kalian, disaat kalian setiap hari saling
mengingatkan untuk melaksanakan ibadah setiap azan selesai berkumandang tetapi
aku hanya bisa mengingatkan melaksanakan
ibadahnya di setiap sabtu sore atau minggu. Disaat lebaran kalian saling
berkunjung kerumah untuk sekedar menyambut suasana idul fitri dan bersuka cita,
tetapi aku harus bisa membaur merasakan perbedaan natal-mu dan lebaran-ku..
Aku
suka melihat,saat kamu memejamkan mata sambil menunduk untuk berdoa dan aku
harus mengadahkan tangan untuk doaku sendiri
Sulit
memang menjalankan sesuatu yang orang lain-pun susah menjalani nya…
Tapi kita sampai
sekarang masih mampu bertahan, entah kedepannya bagaimana..
Walau sebenarnya kita tahu akan
kemana dan bagaimana ini bermuara..
Waktu demi waktu
kita jalani,begitu rumit.Sebenarnya semuanya berjalan sangat baik,dan
menyenangkan walaupun terkadang kita saling buang muka hanya karena keras
kepala akibat sebuah perdebatan kecil yang sama sekali tidak penting.Aku merasa
hubungan kita sangat berbeda dengan yang lain,terkadang orang lain iri terhadap
kita dan terkadang orang lain juga mengasihani kita.
Disaat mereka malu malu untuk
berteriak dihadapan pasangannya,kita terkadang sesuka hati melakukan itu.Disaat
mereka marah karena pasangannya lebih suka bermain game,aku terkadang harus
memakluminya dengan sabar karena duniamu tak hanya tentangku.Dan banyak lagi
hal lain yang begitu sederhana tapi mampu membuat kita bertahan..
‘Bertahan
dan sampai kita pun akhirnya merasa takut kehilangan’
Memang terkadang aku juga iri
terhadap mereka yang ‘sama’ ,tidak terhalang oleh benteng dan jarak yang begitu
besar. Aku juga ingin berdebat tentang masalah sunah agama atau bahkan aku-pun
ingin kita membaca al-quran bersama.Tapi,denganmu aku tidak bisa menawarkan dan
menjalani itu..
Disini aku belajar arti
toleransi,tapi orang lain melihat kita sebelah mata. Mereka mengasihani
berlagak seolah paling tahu apapun yang kita jalani.Mengasihani kita yang tak
akan bisa bersatu walau seribu tahun lamanya kita bertahan ‘katanya’
Aku tahu Tuhan itu cuma satu tapi
kita yang berbeda dan memang kita tak akan pernah menjadi satu.Dan Tuhan itu
Maha baik.Menghadirkan rasa kasih sayang untuk kita,walaupun kita tidak tau
apakah kamu orang yang tepat atau tidak. Tapi,pada kenyataanya memang begini,
kita berbeda,kita saling menyayangi,tetapi aku dan kamu sulit untuk menjadi
kita..
Kita tidak bisa
sepenuhnya menyalahkan takdir,disini juga tidak ada yang salah.Atau apakah
pertemuan kita yang salah?atau bahkan diri kita yang salah?
Berat untukku menyadari perbedaan
yang sungguh sangat tidak kita inginkan..
Kita pernah
saling berjanji dan mengucapkan bahwa kita saling memiliki untuk selamanya
,namun apakah kita harus diuji untuk belajar mengikhlaskan dan merelakan
sesuatu yang kita sayang tetapi bukan diciptakan untuk kita?
Memang pada
nyata nya cinta tidak selalu indah,dan kita kalah dengan keadaan..
Tolong tanyakan pada tuhanmu,Apakah salah
aku yang bukan umatnya mencintai hambanya?
Apa pada
akhirnya aku harus benar benar merelakan?
Aku selalu
berdoa kita bisa bersama walau mustahil ,tetapi aku takut tak bisa lepas
darimu..
“Tenang dan jalani saja dulu,Percayakan
itu semua pada Tuhan”- ujarmu
Aku tidak tahu
apa yang akan terjadi setelah ini..
Apakah tuhan akan menjawab dengan
‘Memisahkan kita?’ atau kita sendiri yang pada akhirnya menyerah? Dengan segala
perjuangan yang percuma.
Entahlah,terimakasih
sudah mencoba..
Semoga di depan nanti entah kita bisa bersama
atau dengan jalan masing masing aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu..
Tapi yang jelas
sekarang aku belum siap dan tidak pernah siap, melihat posisiku tergantikan
begitu cepat...
- Nabilla 17th,di masa putih abu abu
Untukmu seseorang yang selalu
Kusemogakan :)
( 19 April 2017-Now)
Happy new year :))
- Nabilla 17th,di masa putih abu abu
Untukmu seseorang yang selalu
Kusemogakan :)
( 19 April 2017-Now)
Happy new year :))