Minggu, 25 Februari 2018

Aku tak merasa bersalah,kenapa harus takut?

25 Februari 2018

Bukan salahku kalau pada akhirnya aku memilih bersikap sangat tidak baik padamu..

Karna pada awalnya kaulah yg memulai.Kau boleh saja cerita kesana kemari dengan menjadi pihak yang tersakiti dan aku yang paling jahat, terserah apa mau mu,semoga kau puas. Tapi lihat lagi kebelakang,siapa yang memulai duluan.

Ingat tidak? Bagus kalau kau ingat. Kalau tidak,mungkin bisa kau mengobrol dengan ku walau hanya sekedar bertanya kenapa atau saling bercengkerama.

Aku bukannya terlalu membela mati matian sesuatu yang belum tentu pasti menjadi milikku.Tapi,kau sudah mengganggu kehidupan ku sejak awal. Oh iya, kuberi tau sesuatu, Aku bukan dendam tapi aku akan selalu ingat :)

Ini bukan hal yang sepele, aku wanita dan kau pun juga wanita. Aku manusia dan kau pun juga manusia.Kita juga sama sama punya hati.Kau seharusnya bisa mencoba memikirkan atau bahkan merasakan kalau hubungan yang dijalani selalu diusik. Mana ada manusia di jaman sekarang yang terlihat biasa saja saat hak nya atau bahkan kehidupan nya sangat di ganggu.

Pengacau.
Itu kata yang teman teman ku berikan kepadamu.
Aku setuju setuju saja, karna memang benar.

Saat kau merasa dipojokkan, kenapa selalu mengadu ke orang lain? Kenapa tidak langsung mengadu ke aku saja untuk membela dirimu. Atau bahkan membenarkan asumsi yang beredar?Biar aku membantu meluruskan segalanya.

Bahkan, saat kami sudah diam. Kau dan temanmu memulai lagi.-Sampah- kata yang sebenarnya sangat tidak diperuntukkan kepada mereka, tetapi mereka merasa? Salah kami dimana?

Apa kalian terlihat sebagai sampah? Tidak bukan? Lalu, kenapa merasa?

Wajah mu sangat polos,terlihat seperti orang yang baik tapi sayang itu semua membuat ku tertipu oleh topeng mu:)
Cantik, tapi tidak setara dengan kelakuan dan sifat dibelakangmu.Licik.

Soal harga diri? Haha
Kenapa baru sekarang koar koar masalah Harga diri? Kemarin kemarin kemana saja harga diri itu? Saat kau 'hampir' mencoba mengganggu atau bahkan sudah mengganggu kehidupan hubungan ku.

Aku bukan kasar, atau jahat.Marahku sudah sampai pada puncaknya. Terserah orang menilai ku apa.Mereka tidak tau yang sebenarnya,dan hanya ber asumsi yang tidak selalu benar. Duduk dan mengobrol lah denganku,akan kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Saat aku tidak merasa bersalah,kenapa aku harus takut?